This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 22 Februari 2012

FALSAFAH GERAK

Dalam menapaki alur kehidupan sadar atau tidak pasti dilandasi dengan ‘gerak’, gerak merupakan suatu yang pastinya telah menjadi fitrahwi dalam segala hal yang dimana ketika apapun yang memiliki eksistensi niscaya didalamnya ada proses gerak
“gerak”adalah sebuah bentuk eksistensi,dari sini dapat dikatakan: pembahasan gerak, pada era ini merupakan salah satu titiktemu antara fisika dan filsafat. Para ilmuwan kuno telahmelakukan pembahasan bab gerak ini dalam masalah natural dan juga dalam maslaah theologi, dengan makna umum dan khusus.  Dengan kesemuanya ini haruslah dicermati adanya pembauran antara hukum-hukumfilosofi gerak dengan hukum-hukum ilmiah (eksperimen)-nya, baik dalam pembaurankeduanya dengan sesamanya dan kesimpulan deduktif filosofis dari prinsip ilmiahataupun sebaliknya, karena hal ini banyak diikuti oleh kerusakan yang merugikan –terutama untuk kalangan para pemula dan mereka yang belum matang-. Immunitidari bahaya pembauran ini berada pada lingkup pengetahuan atas batasan fisika danfilsafat. Pada tempatnyalah, apabila para filosof ilahi mempunyai metodologi yangmatang dalam pembahasan fisika tentang gerak ini, dan ... para pelajar serta penelitifisika pun melakukan pengamatan dan observasi yang cermat dan teliti dalampembahasan tema filsafat yang satu ini.Warna dari pembicaraan kita dalam tulisan ini lebih merupakan warna filosofidari pada eksperimen (ilmiah). Titik perhatian kami adalah pada analisa teori penggerak awal (prime mover)

Aristoteles.
Teori “Prime-mover” (penggerak awal) Aristoteles
Pembahasan akan kami mulai dari tema “esensi sesuatu”dan kami akanmenyajikan uraian pertama tentang teori penggerak awal yang dinisbatkan kepadaAristoteles.Menurut pendapat Aristoteles untuk menemukan sebab, khususnya untuk menemukan sebab gerak, maka kita harus berhenti pada suatu tempat, dan pada selain keadaan ini tidak akan ada penyebab dari sesuatupun yang bisa ditemukansecara pasti. Hanya harus dilihat di manakah kita harus berhenti. Jawaban untukpertanyaan ini akan ditemukan melalui tafakkur dan kontemplasi tentang gerak. Apabila sebab dari sebuah gerak
kita hadirkan melalui gerak lainnya, makakeniscayaan yang akan muncul adalah bahwa gerak kedua akan kita dapatkanmelalui gerak ketiga dan gerak ketiga melalui gerak keempat dan demikianseterusnya hingga rangkaian ini akan berlanjut terus tanpa akhir. Jadi apabila kitaingin mendapatkan alasan yang pasti, maka kita harus melihat ke dalam majemukgerak, bukan pada pengaruh sebuah penggerak yang digerakkan melainkan pada sebuah penggerak yang tak digerakkan,
ringkasnya kita hendaknya melihat padasebuah“penggerak yang berhenti”. Akan tetapi kita mengenal sebuah keadaan dimana dalam keadaan tersebut,gerak secara inderawi dilahirkan melalui proses sebuah “ penggerak yang berhenti”dan penggerak tersebut adalah cinta yang muncul melalui sebuah kecantikan.Seseorang yang telah menjadi pecinta akan terseret ke arah yang dicinta,hal inidisebabkan yang dicintai itu telah menarik perhatian pecint ke arahnya, akan tetapiobyek yang dicintai bukan hanya untuk menggerakkan pecintanya saja sehingga diatidak memberikan gerakan pada dirinya, melainkan terdapat banyak kemungkinandimana dia pun tidak sadar dengan kewujudannya. Inilah sebuah gambaran yangmenurut perkiraan Aristoteles telah memberikan kefahaman
sebab gerakan yangtelah membuat dunia bergerak, dan karena gerakan semcam ini ada, maka harusterdapat pula penggerak yang berhenti yang menjadi tempat kebergantungansemuanya dan  penggerak tersebut adalah Tuhan. Kedua uraian di atas –sebagaimana yang telah Anda perhatikan- secaraeksternal saling berbeda antara satu dengan lainnya. Pada uraian pertama penggerak awal
diungkapkan sebagai pecinta, akan tetapi pada uraian terakhir penggerak awal diungkapkan sebagai
 yang dicintai yaitu sesuatu yang terbatas.Dalam kelanjutan pembahasan, kami akan kembali pada point tersebut sekaligusmencoba melakukan analisa dan evaluasi terhadap perangkat dari setiap keduauraian.Syeikh Ar-Rais Ibn Sina sebagai penjabar teori Aristoteles, pada kitab “IlahiyatShifa” mengetengahkan pembahasan tentang penggerak awal yang dia namakansebagai sesuatu yang dicintai , kebaikan hakiki, puncak kebaikan, sebab pertamadan penggerak pertama dan universal.

 
Premis teori gerak dan perbedaannya dengan teori-teori lainnya :
Untuk lebih menjelaskan adanya kelebihan teori gerak atas teori-teori lainnyaseperti teori keteraturan, teorihuduts, wujub-imkan, dan teori sebab-akibat, hal inimengharuskan kami untuk lebih cermat dan lebih jeli dalam menanggapi premis-premis teori ini serta prinsip middle term-nya.Allamah Syahid Muthahari (ra) menuliskan: Teori penggerak awal terdiri dari lima prinsip pokok:1. Gerak, membutuhkan penggerak,2. Penggerak dan gerak keduanya adalah bersamaan secara temporal, yaitumustahil terjadi pemisahan waktu di antara keduanya,3. Setiap penggerak, mungkin digerakkan dan mungkin konstan,4. Setiap eksistensi jasmani akan berubah dan digerakkan,5. Gradasi interkoneksi (tasalsul) tanpa batas adalah mustahil.Ayatullah Taqi Misbah Yazdy dalam uraiannya atas kitabnya allamah Thabathbai Nihayatul Hikmah mengungkapkan empat premis untuk teori gerak,sebagai berikut:
 Argumen gerak bersandar pada empat asas :obyek gerak membutuhkanpenggerak, penggerak harus berakhir pada sesuatu yang tidak bergerak, sesuatuyang non materi bukanlah obyek gerak, mata rantai sesuatu non materi harusberakhir pada wajib al wujud.Harus diketahui bahwa gerak adalah semacam bentuk perubahan dan tidaksetara dengan perubahan mutlak. Gerak merupakan perubahan bertahap, dan dalamteori gerak perubahan tidak diperhatikan dari sisi kejadiannya, karena dalamkeadaan ini berarti, pertama: tidak akan ada perbedaan antara perubahan seketika dengan perubahan bertahap (gerak), kedua: teori gerak pasti akan kembali kepadateori hudust (dari tiada menjadi ada). Demikian juga harus dicermati bahwapenegasan dalam teori gerak ini tidak diletakkan pada keharmonisan danketeraturan gerak langit dan seluruh gerakan lainnya, karena dalam keadaan ini teorigerak akan kembali pada teori keteraturan.Dan juga harus diperhatikan bahwa yang menjadi point pembahasan gerakdalam teori ini bukanlah dari sisi kemungkinannya dan kebutuhannya terhadap wajib,karena hal ini akan berarti tidak ada perbedaan antara perubahan bertahap (gerak)dengan perubahan seketika, karena keduanya merupakan wujud-wujud possibelyang membutuhkan wajib.Dalam teori gerak, prinsip keberadaan gerak di alam natural adalah jelas dannyata. Apabila seseorang mengingkari prinsip ini-sebagaimana yang dilakukan olehfilosof Paramandise dkk- maka hal tersebut akan membuat torehan pada teori ini akan tetapi pengingkaran semacam ini untuk teori-teori seperti teori keteraturan,hudust, imkan-wujub, sebab-akibat, tidak akan memberikan goresan apapun. Olehkarena itu untuk memisahkan teori gerak dari teori-teori lainnya, harus kitaperhatikan bahwa dalam teori ini middle termnya adalah “perjalanan benda secarabertahap dari potensi ke aktual”, dan bukan sesuatu yang lain, dan gerak baiksebagai persepsi mandiri atas asumsi penggerak ataupun sebagai gerak yangposisinya terletak dibawah persepsi mumkin atau akibat, merupakan sebuahpersepsi filosofi, oleh karena itu midle term teori gerak ini adalah middle term yangfilosofi, dan oleh karena itu teori gerak tidak bisa hanya dinamakan sebagai teorialami atau bertahap. Bukanlah Aristoteles dalam definisi geraknya mengatakan : “Gerak merupakan kesempurnaan pertama untuk sesuatu yang potensi, darisisi kepotensiannya” Tanpa ragu lagi perspesi seperti kesempurnaan, pertama dan potensi merupakanpersepsi filosofis dan bukan persepsi dari kelompok ilmu alam, oleh karena itu perluditinjau kembali apabila kita mengatakan: “Aristoteles membahas teori ini dalamkapasitasnya sebagai seorang ahli ilmu alam bukan dari kapasitasnya sebagaiseorang filsosof ilahi” tentu saja tidak ragu lagi bahwa gerak merupakan fenomenaalami akan tetapi pembahasan hukum-hukum gerak merupakan pembahasanrasional dan filosofi. (diperhatikan)

Ayatullah Jawadi Amuli, pada pasal kedua dari makalah “teori gerak” –nyamenuliskan:“Pembahasan dalam eksistensi gerak, merupakan partikulasi dari filsafat ilahi yangmembahas mulai dari prinsip eksistensi hingga terlahirnya benda, .... akan tetapipembahasan gerak dalam ilmu alam menjelaskan gerak sebagai sebuah fenomenakhusus pada substansi tertentu, yaitu gerak pada ilmu alam membahas tentangapakah fulan substansi mempunyai kepadatan gerak ataukah tidak, bagaimanakahcara dia bergerak serta apa tujuannya, akan tetapi tidak membahas fenomena lain –yang tidak berada dalam lingkup pembahasannya-. Dan secara global pembahasantentang apakah gerak ada di alam semesta ini ataukah tidak, denganmengesampingkan substansi-substansi tertentu, berada di luar institusi ilmu alammelainkan berada dalam batasan pembahasan murni filosofi, ..... dan karenapembahasan kita sekarang adalah tentang wujud gerak sebagai sebuah pembahasanfilosofi murni, maka hal ini harus dilakukan dengan memanfaatkan metode-metodekhusus itu sendiri yang dalam filsafat ilahi dipergunakan untuk membuktikaneksistensi benda, lalu meletakkan inovasi ilmu alam sebagai saksi dan penegas,karena inderawi maupun deduksi tak satupun ada yang mampu membuktikanhakekat gerak dengan makna mendalam sebagaimana yang telah ditafsirkan, danmenjelaskan kemunculannya obyek luar.Ringkasnya tidak satupun dari kesinambungan, tahapan, perjalanan daripotensi, lepasnya dari potensi dan sampainya pada aktual dan kesempurnaan wujud,tidak akan terindera oleh salah satupun dari panca indera dan ilmu yangperangkatnya adalah indera dan deduktif, tidak akan mempunyai kemampuuanuntuk membuktikan hal-hal yang non inderawi dan diapun tidak mempunyai hakuntuk mengingkarinya”. Mulla Sadra (ra) sendiri dalam kitab Asfar-nya pun mengatakan bahwa gerakdan diam merupakan sebuah masalah yang tidak bisa difahami dengan indera,melainkan indera hanyalah sebagai penentu dan sahabat akal dalam memahamimereka. Saksi lain yang menyatakan bahwa teori gerak merupakan sebuah teorifilsafat murni dan bukannya sebuah teori eksperimen adalah bahwa “gerak” samasekali tidak bisa dikatagorikan atau istilahnya tidak termasuk dalam kelompokmahiyat (esensi) dan akal pertama[  melainkan termasuk ke dalam akal kedua filsafat dan oleh karena itu pembahasan yang berkaitan dengan masalah tersebutberada dalam institusi hikmah ilahi.

Para ahli sejarah Filsafat dalam menukilkan dan menginterpretasikanpendapat Aristoteles tentang
 penggerak awal kira-kira sepakat pada point berikutbahwa dia (Aristoteles) tidak menganggap Tuhan sebagai sebuah penggerak danpower mekanik. Pada kitab “Tarikh Filsafat” karangan Will Durant dikatakan:Aristoteles berkata: Gerak secara pasti memiliki prinsip, dan apabila kita tidakingin memasuki sebuah interkoneksi (tasalsul) yang melelahkan yang membawamasalah kembali ke belakang selangkah demi selangkah tanpa akhir, maka kitaharus menerima adanya sebuah
 penggerak awal yang tak digerakkan (primummobile immontum) atau penggerak hakiki
sebagai sebuah prinsip yang tegas...Tuhanbukanlah pencipta, melainkan penggerak alam, dia memut ar alam tidak sebagaisebuah kekuatan mekanik, melainkan sebagai sebuah
illatul illal (the first cause)
darisemua sumber, aktivitas dan perilaku alam. “Tuhan memutar dunia ini sehinggayang dicintai menjadi pecinta. Aristoteles sepakat bahwa kinetik sebagai sebuah relefansi muncul lebih awal darikekuatan, hal ini dikarenakan “kinetik” merupakan tujuan akhir dari kekuatan, dan Tuhan telah diungkapkan sebagai kinetik sempurna, dan berkata: Tuhan sebagai prinsip eternal gerak dan peletak prinsip dari energi ke aktual,harus merupakan sebuah kinetik yang sempurna, yaitu berupa penggerak awal yangtak digerakkan.
Penggerak awal yang tak digerakkan atau penggerak hakiki yang merupakan sebab akhir dari setiap prinsip gerak, merupakan sebab akhir menjadikinetiknya energi, yaitu sebab dari kenapa kebaikan bisa dilahirkan. Kalimat-kalimat yang perlu mendapat perhatian antara lain adalah yang dimaksudoleh Aristoteles dalam sifat “Awal” untuk Tuhan bukanlah keawalan dalampengertian temporal. Menurut pendapat Aristoteles gerak secara urgensi dan dharuri adalah abadi dan tanpa permulaan. Dari sini perkataan “Awal” menurutnya adalah“Superior”.Setiap gerak dan setiap perpindahan dari potensi ke aktual meniscayakan pada
mabda bil fi’il (pemula aktual), akan tetapi apabila setiap benda bergerakmengharuskan adanya sebuah sebab penggerak aktual, maka dunia secara universalakan meniscayakan adanya sebuah “
 penggerak awal”, akan tetapi penting untuk memperhatikan poin berikut bahwa kata “
awal” tidak boleh difahami sebagaipengertian temporal, karena menurut pendapat Aristoteles secara urgensi gerak ituabadi. Lebih baik kiranya apabila kata“Awal”difahami saja sebagai“’Superior”
yang (yaitu penggerak tak digerakkan) dimana kita tidak bisa beribadah kepada Nyadengan cinta..Berdasarkan nukilan Frederick Copleston, dikatakan bahwa Aristoteles sendiridalam kitabnya yang berjudul “Akhlak Kabir” telah mengungkapkan sub tema inisecara eksplisit bahwa mereka yang berfikir bisa mencintai Tuhan akan terjerumuspada kesalahan, karena pertama: Tuhan (penggerak tak digerakkan) tidak bisamemberikan jawaban dalam menanggapi cinta kita dan kedua: dalam keadaanapapun dia tidak bisa menyuruh kita untuk mencintai Nya. Tentang hakekat apa yang sebenarnya dimaksud oleh Aristoteles, hal inimembutuhkan kontemplasi dan observasi yang lebih cermat lagi dan dalam bab inimuncul pertanyaan prinsip sebagai berikut yaitu apabila Tuhan atau penggerak tak digerakkan pertama kita letakkan sebagai tujuan akhir dan juga sebagai ma’shuq(yang dicintai) dan penggerak akhir yang relevan, dalam keadaan ini alam geraksecara keseluruhan akan merupakan alam cinta terhadap penggerak tak digerakkanyaitu Tuhan, dan hal ini tidak relevan dengan klaim yang mengatakan bahwa tidakbisa ada cinta terhadap Tuhan, kecuali apabila maksud Aristoteles adalah bahwacinta terhadap Tuhan tersebut berada di dalam segala sesuatu yang digerakkansecara paksa dan tak dikehendaki sehingga tidak tersisa lagi tempat untuk cinta,penyembahan dan ibadah yang dikehendaki. Walhamdulillah.                                                   Abu ‘Ali Sina, “
Fann Sama’ Tabii’i
“ (dari kitab Shafa), terjemahan Muhammad AliFurughy.2. Aristoteles, “
Tabi-iyyat
”, terjemah dan pendahuluan Mehdy Fashad.3. Mula Sadra, Asfar J. 3,
Al-Marhalatus-sabi’ah wa tsamanah, hal. 2 dan 184.4.Ibid, J. 6, hal. 42-44.6. Andre Krisson, “
Falosife-ye Buzurg
”, terjemahan Kadzim Emady, J. 1, hal. 230.

8. Will Durant, “
Tarikh Falsafah
”, hal. 70; Sheril Warner, “
Seir Hikmah dar Yunan
”,terjemahan Buzurg Nadir Zad, hal. 148; Bernard Russel, “
Falsafeh-ye Gharb
”terjemahan Najaf Darya Bandary, J. 1, hal. 251; Hana al Fakhury, Khalil al Bahr,“
Tarikh Falsafah dar Jahan Islam
”, terjemahan Abdul Hamid A-ety, hal. 71.9. Frederick Copeleston, “
Tarikh Falsafah
”, terjemahan Sayyid Jalaluddin Mujtabawy, J. 1, hal. 423-424.10.
Ibid
, hal. 428.11. Penerjemah “
Tarikh Filsafat
” Copleston dalam catatan kaki hal 428 menuliskan:Istilah yang cocok untuk aktual murni tanpa kapabilitas bukanlah energi (potensidalam keadaan kinetik), melainkan intelkhiya.12. Richard Popkind”
Kuliyat-e Falsafah
”, terjemahan Sayyid Jalaluddin Mujtabawy,hal. 172.13.
Ibid
, hal. 173.14. “
Usul Falsafah wa Rawesh-e Realism
”, J. 5, hal. 6 (catatan kaki).15. Hal. 416, no. 401.16. Abdullah Jawadi Amuli,
Mabda’ wa Ma’ad
, hal. 180.17.
 Asfar
, J. 3, hal. 24.18.
Mabda wa Ma’ad
, hal. 184 dan 185.17. J. 3, hal. 22; dan J. 8, hal. 203.18. Syeikh Isyraq (Ra) dalam “
Talwihat
”, hal. 11, menyatakan gerak sebagai katagoridan merupakan sebuah tema yang tidak membutuhkan ketergesa-gesaan dalammembahasnya.19.
Seir Hikmat dar Yunan
, terjemahan Buzurg Nadir Zad, hal. 150.20.
Ibid
, hal. 151.21.
Usul Falsafah wa rawasy-e Realism
, J. 5, hal. 60.

22.
Syarh Hikmah Muta’aliyah
, bagian satu dari jilid keenam, hal. 300; jugaMuhammad Taqi Mizbah Yazdi, Catatan kecil atas
Nihayatul Hikmah
, hal. 409.23.
 Al Mabahitsul-mashriqiyyah
, J. 2, hal. 451.24. Tim penulis “
Ma’arif Islami
, 1-2” , hal. 296.25.
Syarh Hikmah Muta'aliyyah
, J. 6, hal.. 300.26. Reza Baranjkar’
Mabany Khuda Shenoshi dar falsafeh Yunan va- adiyan Ilahy,
hal.102

Selasa, 14 Februari 2012

11 manfaat membaca

YAHOO NEWS: Bagi anda yang gemar membaca atau pun hanya sekedar membaca, pastinya tahu bahwa membaca itu banyak manfaatnya. Yang paling utama kenapa kita diharuskan membaca, karena merupakan perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat Al-‘Alaq (96) ayat 1, lafalnya “ Iqro’ bismi robbikal-ladzi kholaqo “ yang artinya “ Bacalah dengan nama robb (Tuan, Tuhan) kamu (yakni Aloh) yang menciptakan.“

Lantas membaca apa? Dikatakan dalam Al-Qur’an surat Al-Muzzamil (73) ayat 20, lafalnya “…Faqro-u ma tayassaro minal-qur’an…” yang artinya “…Maka bacalah apa yang mudah (bagi kalian) dari Al-Qur’an…”.

Dalam Al-Qur’an terkandung ayat-ayat Allah dan ayat-ayat Allah tidak hanya ada di dalam Al-Qur’an. Dikatakan dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum (30) ayat 20, lafalnya “ Wa min ayatihi an kholaqokum min turobin tsumma idza antum basyarun tantasyirun “ yang artinya “ Dan sebagian dari ayat-ayat Alloh adalah Dia menciptakan kalian dari tanah lalu kalian (menjadi) manusia yang berkembang biak” dan ayat-ayat yang lain yang semisal dengan ayat ini menunjukkan bahwa makhluk (ciptaan) Alloh adalah juga ayat-ayat Alloh.

Sehingga dari ayat-ayat itu dapat ditarik hikmahnya bahwa perintah membaca yang dimaksud dalam surat Al-‘Alaq (96) ayat 1 itu adalah perintah membaca ayat-ayat Alloh baik yang ada di dalam Al-Qur’an maupun yang ada di alam semesta yakni berupa makhluk-makhluk-Nya. Maka dengan demikian “membaca ayat-ayat Alloh” adalah termasuk suatu amal Islami (amalu sholeh).  [Dan buku yang terbaik, tertinggi dan paling berharga adalah Kitab suci Al-Quran]

Nah, berikut inilah ke-11 faedah membaca:
1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
2. Ketika sibuk membaca, sesorang terhalang masuk dalam kebodohan.
3. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang2 malas dan tidak mau bekerja.
4. Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
5. Membaca membatu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
7. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalama orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksanan dan kecerdasan para sarjana.
8. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya baik untuk mendapat dan merespon ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari disiplin ilmu dan aplikasi didalam hidup.
9. Keyakinan seseorangakan bertambah ketika dia membaca buku2 yang bermanfaat, terutama buku2 yang ditulis oleh penulis2 muslim yag saleh. Buku itu adalah penyampai ceramah terbaik dan ia mempunyai pengaruh kuat untuk menuntun seseorang menuju kebaikan dan menjauhkan dari kejahatan.
10. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia2.
11. Dengan sering membaca, seseorang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai model kalimat, lebihlanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat.

(Dr.’Aidh bin Abdullah al-Qarni, MA - - dalam best seller book  “DONT BE SAD” )

“..karena Anda mengetahui apa yang Saya tidak ketahui dan Saya mengetahui apa yang tidak Anda ketahui..”

Semoga bermanfaat sehingga memotivasi kita semua untuk lebih giat lagi membaca... Never Stop for Learning..!!


Muhammad Ali Hasan, S.Psi
Alumni Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta (2002-2006)

Senin, 06 Februari 2012

Jual Ginjal Demi Anaknya Bisa Bekerja

masihkah kita akan meragukan kasih sayang seorang ibu,? dengan setiap nafas yang tergesah dalam menapaki realitas kehidupan yang penuh dengan tantangan ternyata kekekalan hati seorng ibu masih tetap utuh ketika mengatasnamakan buah hatinya yang terganggu diah merasa terkoyak dalam terpaan badai, takkala dirinyapun terguncang dengan berbagai dinamika sosial,namun  dengan besar hati dia ibu' tetap kelihatan kuat untuk memberikan yang terbaik terhadap si anak buah hatinya, sebagaimana fenomena yang telah terjadi di   Roma - Demi anak, apapun akan diserahkan, termasuk organ vitalnya. Seorang wanita Italia mengatakan dia bersedia menyerahkan ginjal secara gratis asal sang anak mendapatkan pekerjaan.

Wanita Perugia, yang namanya dirahasiakan, mengatakan kepada harian La Nazione, dia "tak akan malu dan merasa kehilangan" dengan menawarkan ginjalnya. Baginya, pekerjaan untuk anaknya yang kini berusia 18 tahun lebih penting dari segalanya.

Wanita itu mengatakan anaknya tak akan mengecewakan sebagai pekerja. Ia menguasai beberapa bahasa asing. Sang anak menganggur sejak usahanya bangkrut pada bulan Agustus tahun lalu.

"Satu ginjal sudah cukup bagi saya untuk hidup. Karena itu, saya bersedia untuk memberikannya agar anak saya bisa tersenyum lagi," kata wanita itu.

Di Italia, angka penagguran meningkat sejak krisis global 2008 lalu. Kini, banyak pekerja muda yang tadinya hidup mandiri kembali ke rumah orang tuanya untuk menghemat pengeluaran.

sumber :TEMPO.CO

Selasa, 03 Januari 2012

Puisi Mustafa Chamran buat Ghadeh (Istrinya)

Genre: Biographies & Memoirs

Author: Habibah Ja’fariyan

Mungkin ku tak mampu usir kegelapan ini,

tapi dengan nyala redup ini,

kuingin tunjukkan beda gelap dan terang,

kebenaran dan kebatilan,

Orang yang ikuti cahaya,

meski redup nyalanya

akan besar di hatinya…

- Mustafa Chamran-

Ia adalah seorang Ilmuwan Iran. Berbeda dengan para ilmuwan umumnya, Doktor Mustafa Chamran lebih memilih keluar dari laboratoriumnya yang nyaman dan terjun ke medan tempur untuk membela tanah airnya. Lahir pada tahun 1932 di Teheran, Doktor Chamran menuntut ilmu dibidang teknik elektro di Universitas Teheran. Ia kemudian mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Berkeley, Amerika Serikat. Di Universitas Berkeley, prestasinya terus menonjol bahkan sempat diangkat menjadi dosen.

Kemudian ia memutuskan pergi ke Libanon untuk bergabung bersama pejuang Libanon, Musa Sadr, dan mendirikan Gerakan Kaum Tertindas yang bertujuan membela bangsa Libanon dan para pengungsi Palestina yang ditindas oleh rezim zionis. Ketika Revolusi Islam Iran mencapai kemenangannya pada 1979, Doktor Chamran kembali ke Iran dan diangkat sebagai Menteri Pertahanan Republik Islam Iran. Ketika Irak menyerang Iran pada 1980, Doktor Chamran bergabung dengan para pejuang Iran untuk melindungi Republik Iran sampai akhirnya gugur di tempur.

Ia terbunuh oleh prajurit Irak pada pertempuran di Provinsi Khuzestan (daerah barat daya Iran, perbatasan Irak) pada tanggal 21 Juni 1981 ketika Perang Iran-Irak sedang berkecamuk.

-KISAH INSPIRATIF MUSTAFA CHAMRAN

Gadeh,adalah Putri pedagang berlian kaya di Lebanon. Seumur-umur dia tidak pernah mengenal susah. Dia telah bertualang ke Eropa dan Afrika sejak kecilnya. Dan ketika beranjak dewasa, dia telah menikmati karier sebagai seorang Jurnalis.

Sementara Mustafa Chamran di ujung yang lain. Dia berasal dari Iran dan usianya 20 tahun lebih tua dibanding Gadeh. Kepalanya botak dan tidak punya nasab (garis keluarga) yang jelas, tidak punya pekerjaan yang tetap, tidak punya rumah tinggal, tidak punya KTP dan boleh dikatakan tidak punya apa-apa.

Di Lebanon Selatan, Mustafa Chamran tinggal di sebuah ruangan yayasan yang menampung anak-anak yatim piatu. Isi kamarnya hanya buku-buku dan kardus-kardus bekas yang sekaligus menjadi alas tidurnya. Bisa dikatakan bahwa kehidupannya sangat dekat dengan maut. Mustafa Chamran aktif mendidik anak-anak muda Lebanon untuk bersatu dan membangun kekuatan demi melawan pasukan penjajah Israel.

Karena kesahajaan Mustafa Chamran inilah yang dapat memikat hati Ghadeh yang merupakan seorang Jurnalis muda dan cantik. Namun begitu tahu bahwa anaknya jatuh cinta kepada Mustafa Chamran, ibunda Ghadeh hanya bisa meradang dan mengeluarkan sumpah serapah setiap kali melihat calon menantunya. Dia bahkan berkali-kali pingsan dan terakhir kali harus dirawat di Rumah Sakit (RS). Tapi Mustafa Chamran kendati menyeramkan dan terkesan tak layak sama sekali menjadi calon menantu di mata ibunda Ghadeh, namun justru dia mempunyai sentuhan emas.

Ketika Ibunda Ghadeh jatuh sakit, dialah yang menggendongnya hingga ke Rumah Sakit (RS) dan menjaganya dengan sepenuh hati. Hati Ibunda Ghadeh pun akhirnya luluh karena kebaikannya dan akhirnya merestui pernikahan mereka. Namun kendati demikian, Ibunda Ghadeh mewanti-wanti Mustafa Chamran mengenai karakter putrinya. Tiap pagi setelah bangun tidur, Ghadeh selalu pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajah dan gosok gigi, harus ada orang lain yang dapat merapikan tempat tidurnya, dan segelas susu dan secangkir kopi harus disiapkan dan di bawa ke kamarnya.

Mustafa Chamran tahu itu beban yang berat, tapi dia coba menenangkan hati Ibunda Ghadeh dengan mengatakan “SAYA MEMANG TAK MAMPU MENCARIKAN PEMBANTU RUMAH TANGGA UNTUKNYA, TAPI SAYA BERJANJI..SELAMA SAYA MASIH HIDUP..SETIAP KALI GHADEH BANGUN DARI TIDURNYA..SAYA AKAN MERAPIKAN TEMPAT TIDURNYA DAN MEMBAWAKAN SEGELAS SUSU DAN SECANGKIR KOPI UNTUKNYA”.

Mustafa Chamran benar-benar menepati janjinya hingga dia mati Syahid. Bahkan ketika terjadi kecamuk perang dan dia berada di medan pertempuran yang terjadi karena invasi Irak ke Iran tahun 1980-1988, Mustafa Chamran tetap bersikeras menyempatkan pulang setiap pagi ke rumahnya dan merapikan tempat tidur Ghadeh istrinya sekaligus membuatkan istrinya segelas susu dan secangkir kopi, Shubahanallah…

Itulah kisah nyata cinta Mustafa Chamran dan Ghadeh, sebuah komitmen untuk sekuat tenaga memenuhi apa yang dia katakan “AWAL DARI SEBUAH KESUKSESAN DAN KEMULIAAN SESEORANG ADALAH MELAKUKAN APA YANG MEREKA KATAKAN “…

Mustafa Chamran juga seorang yang amat sangat mengidolakan Imam Ali dan Ayatullah Khoemaini.Seseorang yang sangat tidak perduli dengan dunia dan isinya, seseorang yang malah takut untuk terlalu banyak memiliki di dunia ini.

SYAIR DAN DOA MUSTAFA CHAMRAN

*Petikan doa Mustafa Chamran buat Ghadeh (istrinya):

Ya Allah, aku memohon satu hal dari Mu, dengan penuh ketulusan

jadilah Engkau pelindung bagi Ghadeh,

dan janganlah Engkau membiarkannya sendiri.

Setelah kematianku, ku ingin melihatnya terbang.

Ya Allah

Kuingin sepeninggalku,

Ghadeh tak berhenti melangkah di atas jalur kebenaran,

Kuingin dia memikirkanku bak sekuntum bunga indah yang tumbuh di jalan kehidupan dan kesempurnaan.

Kuingin Ghadeh memikirkanku seperti sepotong lilin-lemah-kecil yang menyala dalam kegelapan hingga akhir hayatnya,

dan dia beroleh manfaat dari cahayanya untuk masa yang singkat.

Kuingin dia memikirkanku bagai angin surgawi yang berembus dari langit,

yang membisikkan di telingganya kata-kata cinta

dan pergi menuju kata tanpa batas…

* Puisi Mustafa Chamran buat Ghadeh (Istrinya).

Kuingin Ghadeh melihatku bak sebatag lilin lemah kecil

Yang menyala dalam gelap hingga akhir hayatnya,

Dan dia beroleh manfaat dari cahayanya tuk masa yang singkat.

Ku ingin dia merasakanku bak angin surgawi yang berhembus dari langit…

Yang membisikkan kata-kata cinta,

Dan terbang menuju kata tanpa batas

Senin, 04 Juli 2011

Sekkab Bone: Undang-undang yang Akan Meemberhentikan Saya

WATAMPONE, TRIBUN-TIMUR.COM - Sekretaris Kabupaten Bone, Andi Amrullah menanggapi saran Bupati Bone, Andi Idris Galigo, agar dirinya mundur dari jabatannya, dengan derai tawa.

"Saya rasa tidak perlu bilang berhenti karena saya akan diberhentikan undang-undang pada tanggal satu April tahun depan alias saya sudah pensiun," kata Amrullah kepada tribun-timur.com,  Jumat (1/7/2011).

"Sekarang ini berkas saya sudah rampung dan sudah siap dikirim ke Jakarta," jelas Amrullah.

Amrullah juga menyampaikan bahwa ia akan melakukan reformasi total terhadap tubuh pemerintahan daerah kabupaten Bone jika ia terpilih sebagai Bupati 2013 mendatang.

"Jika rakyat mengijinkan saya maka saya akan melakukan reformasi total dalam tubuh birokrasi Kabupaten Bone ini. Saya akan menempatkan orang-orang sesuai keahliannya, saya akan membenahi ketimpangan struktur organisasi pemerintah, saya akan membangun SDM,"kata Amrullah.

Sejumlah LSM, tokoh masyarakat, dan anggota DPRD Kabupaten Bone mengamini kritikan Amrullah terhadap bupati.

"Saya sangat mendukung sekali upaya Sekkab untuk memperbaiki birokrasi Bone dan saya juga mendukung jika Amrullah mau melakukan reformasi total terhadap birokrasi Bone pada 2013 mendatang karena ia tahu persis masalah birokrasi Bone," kata ketua Forum Masyarakat Anti Korupsi (Formak) Bone Safruddin Madjid.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh politisi dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Bone, Andi baso Iqbal. "Kritikan Sekkab itu wajar dan mestinya bupati harus melihat rambu-rambu pemerintahan," katanya.(*/tribun-timur.com) 

Tribun Timur - Jumat, 1 Juli 2011 19:00 WITA

Bupati Bone Sarankan Sekkab-nya Mundur

BONE, TRIBUN-TIMUR.COM - Bupati Bone HA Idris Galigo meminta Andi Amrullah Amal yang menjabat sebagai sekretaris daerah (sekda) di Kabupaten Bone agar mundur dari jabatannya.

Idris Galigo mengungkapkan hal itu kepada tribun, Kamis (30/6/2011), terkait pernyataan Amrullah Amal yang dianggap melakukan kiritik pedas terhadap diri Idris Galigo yang menjalankan pemerintahan sebagai bupati.

"Kalau memang sudah tidak bisa diajak kerjasama maka lebih baik Anda (Amrullah Amal) mundur dari jabatan anda (sekkab) ," terang Andi Idris Galigo kepada Tribun via ponselnya.

Amrullah Amal yang juga menjadi figur yang akan maju di pilkada nanti sebelumnya menyebutkan, Idiris Galigo sebagai bupati telah mengabaikan dirinya sebagai sekkab serta wakil bupati setempat dalam mengambil kebijakan pemerintahan.

Selain itu, Idris Galigo yang telah dua periode memimpin Bone dianggap tidak etis dalam menyusun struktur lembaga pemerintah daerah.

"Kondisi birokrasi Bone saat sekarang ini timpang, pemerintah telah menempatkan orang pada struktur organisasi pemerintah yang bukan pada tempatnya dan orang-orang yang ditempatkan itu juga tidak berkompeten," kata Andi Amrullah Amal kepada Tribun belum lama ini.

Ditambahkan Amrullah Amal, struktur lembaga pemerintah ternyata juga keliru,  seperti Litbang berdiri sendiri, "Mestinya kan Litbang digabung Bappeda karena hasil penilitian Litbang itu nantinya akan menjadi bahan Bappeda untuk menyusun undang-undang. Ini baru satu contoh kasus ya dan masih banya kasus lainnya," bebernya.

"Buat apa saya sebagai Sekda dan buat apa itu Wakil Bupati kalau tidak dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan, inikan tidak beres," tambahnya.(*)


Tribun Timur - Kamis, 30 Juni 2011 11:29 WITA

Minggu, 10 Oktober 2010

Swasembada daging berlanjut

Indonesia telah berhasil dalam swasembada daging ayam dan telur, namun data statistika peternakan mengungkapkan bahwa Indonesia belum dapat memenuhi tingkat konsumsi daging masyarakat yang semakin menanjak tiap tahunnya seiring dengan membaiknya perekonomian masyarakat. Laju konsumsi daging sapi belum dapat tertutupi dengan laju produksi daging sapi dalam negeri.

Importasi sapi potong dan daging beku dari negara tetangga diperlukan untuk menutup kesenjangan antara tingkat konsumsi dengan tingkat produksi. Adanya aturan yang melarang pemotongan sapi betina bertanduk yang produktif juga tidak akan berlaku secara efektif karena sulitnya mencari sapi jantan yang siap potong akan menyebabkan betina produktifpun akan diakali para jagal untuk bisa dipotong di RPH. Seiring dengan otonomi daerah, melalui dana dekonsentrasi maupun APBD, Dinas Peternakan telah mengalokasikan dana kompensasi untuk mengganti dan mengerem pemotongan sapi betina produktif di daerah-nya.

Workshop Program Swasembada Daging (PSDS) pada tanggal 25 Nopember 2009 telah dilaksanakan di Bogor yang dibuka oleh Menteri Pertanian dan dipimpin oleh Direktur Jenderal Peternakan. Diskusi juga melibatkan pengusaha penggemukan sapi, importer sapi dan daging beku, Perguruan Tinggi, Dinas Peternakan Propinsi se Indonesia juga UPT Ditjen Peternakan se Indonesia. Workshop membahas upaya penyelesaian target PSDS tahun 2010 dan berbagai langkah taktis dalam men-capai swasembada daging tahun 2014.

Ada 11 langkah pendekatan yang akan dilakukan dalam mencapai sasaran PSDS tahun 2014 yaitu : Pengembangan pembibitan, penyediaan bibit melalui KUPS, optimalisasi insemininasi buatan dan intensifikasi kawin alam, penyediaan dan pengembangan mutu pakan, pengembangan usaha, pengembangan integritas, penanggulangan gangguan reproduksi dan peningkatan pelayanan kesehatan hewan, peningkatan kualitas rumah potong hewan dan pencegahan pemotongan betina produktif, pengendalian sapi import bakalan dan daging serta pengendalian distribusi dan pemasaran.

Dalam upaya menunjang swasembada daging 2014 satu hal yang penting adalah surveilans berbagai penyakikt pada sapi serta pengendalian berbagai penyakit pada sapi berdasarkan hasil surveilans. Tugas bersama diperlukan antara BPPV, BBVet dan Dinas Peternakan di kabupaten/kota serta propinsi. Berbagai penyakit tentunya sudah diketahui dapat mempengaruhi reproduktif sapi dan produktivitas sapi. Penyakit yang dapat mempengaruhi reproduksi dan produktivitas dalam populasi dan masih ada di Indonesia diantaranya brucellosis, infectious bovine rhinotracheitis (IBR), bovine viral diarrhea (BVD), cacing hati (fasciolosis) dan berbagai penyakit strategis lain.